Berita  

Sidang Kasus Gratifikasi Mantan Bupati Sidoarjo, Kadis Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Menangis saat Memberikan Kesaksian

Sidang Kasus Gratifikasi Mantan Bupati Sidoarjo, Kadis Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Menangis saat Memberikan Kesaksian

SURABAYA, SuryaNews.Net – Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Fenny Apridawati (55) menangis saat memberikan kesaksiannya mengenai sosok mantan Bupati Sidoarjo dua periode Saiful Ilah (74), terdakwa dugaan kasus gratifikasi sebesar Rp44 miliar di Ruang Sidang Candra, Kantor Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis, 14 September 2023.

Saat memberikan kesaksian, suara wanita itu mendadak memelan, lalu terdengar serak, dan berlanjut terisak-isak beberapa kali, saat mulai menjawab pertanyaan dari JPU KPK.

Fenny menghentikan ucapannya, seraya menjauhkan microphone persidangan dari dekat mulutnya. Saat tangan kanannya beberapa kali yang memegang tisu putih menyeka air mata pada wajahnya beberapa kali, ia mencoba menyicil jawaban atas pertanyaan tersebut.

Sosok Saiful Ilah dianggapnya sebagai salah satu orang yang berperan mengembalikan keutuhan keluarganya.

Ia berhasil rujuk kembali dengan sang suami, yang sempat berpisah kala beberapa tahun lalu.

“Saya mau berkata-kata tapi mau nangis. Karena beliau ini salah satu orang yang membuat saya rujuk dengan suami saya. Semenjak menjadi Kepala Dinas itu, saya dimotivasi untuk rujuk. Saya rujuk pada 6 juni 2013,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Feni, Saiful Ilah pernah memberikan uang kepada dirinya dan sang anaknya.

“Beliau memberikan saya uang. Dia kasih Rp5 juta ke saya, ke anak saya Rp5 juta. Bowoh, saya pesta dan syukuran. Ini milik anak saya. Anak saya pada waktu itu diminta (Saiful Ilah) supaya saya rujuk,” ucapnya.

Kondisi sarat emosional yang dialami oleh Fenny selama menyampaikan keterangan di tengah persidangan, sempat membuat ketua majelis hakim, agak geram.

Hakim sempat menganggap Fenny sedang mendramatisir gaya penyampaian keterangannya atas rentetan pertanyaan yang disampaikan oleh JPU.
“Saudara saksi jangan mendramatisir. Dengar hakim ngomong. Disini yang ditanyakan pernah menerima uang berapa, jangan dibawa ke yang lain. Berapa nilainya. Itu saja ibu jawab. Jangan mendramatisir,” tegas Hakim. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *