Jatim  

Sekelompok Pria Jebol Gerbang Kampus di Mojokerto Berbuntut Laporan Polisi

Sekelompok Pria Jebol Gerbang Kampus di Mojokerto Berbuntut Laporan Polisi

Mojokerto, Suryanews.net – Civitas Akademika Universitas Bina Sehat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (UBS PPNI) Mojokerto menanggapi terkait video viral terkait sekelompok pria berpakaian preman menerobos gerbang kampus pada, Rabu (12/6/2024) pekan lalu. Ada dua laporan polisi yang dilayangkan pihak kampus terkait kejadian tersebut.

Hal tersebut disampaikan keluarga besar Civitas Akademika UBS PPNI Mojokerto kepada sejumlah media pada, Selasa (18/6/2024). “Kami sudah buat laporan polisi, dua laporan. Laporan tentang pengeroyokan dan laporan tentang perusakan,” ungkap Ketua Tim Kuasa Hukum UBS PPNI Mojokerto, Irvan Junaedi.

Masih kata Irvan, sekelompok pria yang datang ke kampus UBS PPNI di Jalan Raya Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto pekan lalu melakukan tindak pengeroyokan dan perusakan. Menurutnya laporan polisi sudah masuk ke Polres Mojokerto dan pihak kepolisian saat ini sudah melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut.

“Polres Mojokerto profesional dan bergerak cepat sehingga rasa keadilan dan perlindungan hukum teman-teman UBS PPNI terwujud. Karena dampaknya ini secara psikis luar biasa, menebarkan rasa takut, menimbulkan kegaduhan, membuat rasa tidak nyaman dan proses belajar mengajar ini terganggu. Polisi bisa bergerak dengan cepat,” katanya.

Kedatangan segerombol pria berpakaian preman tersebut, lanjut Irvan karena mengklaim kampus UBS PPNI Mojokerto adalah milik mereka. Milik yayasan yang dibentuk oleh organisasi profesi perawat Yakni kubu Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI periode 2017-2022, H.M Hartadi, S.kep, ST, MMkes.

“Ini bukan yayasan milik keluarga, pribasi tapi ini yayasan yang dibentuk oleh asosiasi perawat untuk mewujudkan kesejahteraan anggota dan memberikan layanan kepada masyarakat. Tapi ternyata ada salah satu pimpinan PPNI Mojokerto yang tidak terpilih di periode 2022 mengakui, merasa bahwa ini adalah yang punya atas aset-aset yang dimiliki PPNI,” jelasnya.

Menurutnya kedatangan sekelompok pria berpakaian preman pekan lalu lantaran ingin menduduki kampus UBS PPNI Mojokerto. Ia berharap para pendiri UBS PPNI Mojokerto memberikan pengertian karena menurutnya kampus tersebut hasil keringat orang banyak, jerih payah para perawat, mahasiswa, civitas akademika dan seluruh staf yang dinaungi UBS PPNI Mojokerto.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Nova Indra Pratama membenarkan, pihaknya tenggah menangani dua laporan terkait pengroyokan dan pengrusakan yang dilaporkan oleh UBS PPNI Mojokerto. “Iya ada yang melapor segera kami tanggani dan kita laksanakan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Masih kata Kasat, pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan memanggil semua yang terlihat dalam kasus tersebut. Pihaknya berharap semua yang terlibat bisa kooperatif saat dimintai keterangan. Menurutnya, aksi yang terjadi di kampus UBS PPNI Mojokerto terkait masalah kepengurusan di UBS PPNI Mojokerto.

“Terkait permasalahannya secara singkat adalah mungkin kaitannya terkait kepengurusan di kampus tersebut. Namun lebih dalamnya akan kita dalami lagi. Korban yang melapor terkait pengroyokan satu yang terdampak, untuk perkembangannya akan kita update lagi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *